Pernikahan Muslim adalah acara yang sangat istimewa, karena menyatukan dua jiwa untuk pernikahan seumur hidup. Seperti di semua budaya, perayaan pernikahan Muslim dianggap sebagai acara yang besar dan indah. Dalam beberapa tradisi, upacara pernikahan Muslim sangat mewah dan mahal, sementara di tradisi lain, upacara tersebut dibuat sederhana dan konservatif.

Pernikahan Muslim di berbagai negara agak mirip dengan tradisi pernikahan di sebagian besar budaya lain. Beberapa cenderung lebih Islami sementara yang lain mengadopsi tradisi yang sama dengan budaya lain. Pernikahan dan pernikahan Muslim di berbagai negara agak berbeda, karena beberapa budaya lebih suka memperkenalkan lebih banyak upacara Islam daripada yang lain.

Jika membicarakannya, tidak ada dua pernikahan Muslim yang persis sama. Ada begitu banyak perbedaan budaya di seluruh dunia. Apakah upacara pernikahan berlangsung di Pakistan atau India, Singapura, atau Malaysia, semuanya adalah urusan yang unik. Tapi itu semua adalah upacara yang luar biasa. Beberapa lebih rumit sementara yang lain lebih sederhana. Meskipun demikian, semua pernikahan Muslim sangatlah spesial.

Pernikahan Melayu cenderung lebih keagungan. Kedua mempelai diperlakukan dengan sangat hormat selama sehari. Mereka diperlakukan sebagai ratu dan raja pada hari upacara. Sebelum pernikahan dilangsungkan, akan diadakan upacara di mana kaki dan telapak tangan pengantin wanita dihias dengan pewarna. Pewarna berasal dari daun pacar, dan upacara ini disebut sebagai “berinai” atau “penerapan pacar”.

Baca Juga: Cara Membuat Roasted Red Pepper dan Tomat Soup

Sebuah tradisi di Singapura mengharuskan pengantin pria membayar biaya masuk untuk melihat pengantin wanita. Keluarga mempelai wanita, bersama dengan Mak Andam (ahli kecantikan) tidak akan mengizinkannya untuk memasuki upacara tanpa terlebih dahulu membayar biaya. Setelah pengantin pria mengatasi semua rintangan, upacara pernikahan akhirnya akan dilangsungkan. Kadang-kadang, keluarga akan menaburkan beras dan kelopak bunga di atas pasangan saat mereka duduk di “singgasana” mereka. Kelopak dan beras dianggap sebagai simbol kesuburan di beberapa budaya.

Pengantin biasanya didekorasi dengan sangat indah dalam berbagai budaya Muslim. Dalam tradisi India, di negara-negara seperti India, Bangladesh, dan Pakistan, mempelai wanita didekorasi dengan henna atau behndi. Di negara-negara Timur Tengah seperti Maroko, pengantin wanita memiliki upacara mandi khusus beberapa hari sebelum pernikahan, dan kemudian dihias dengan pacar, parfum, dan perhiasan yang indah.

Budaya Arab dan Islam mengadakan perayaan pernikahan yang sangat rumit dan mahal. Tidak jarang ratusan bahkan ribuan tamu menghadiri pesta pernikahan mahal di negara-negara Arab. Pengantin wanita mengenakan perhiasan yang sangat mewah, yang bisa berupa gelang emas 22 karat, anting-anting, dan perhiasan kepala yang dikenakan di atas syal. Hotel-hotel besar disewakan untuk menampung berkumpulnya para tamu. Upacara pernikahan bisa berlangsung hingga tiga hari!

Keluarga Muslim yang konservatif atau kurang kaya menghindari pernikahan mewah, karena mereka menganggapnya sebagai pengeluaran yang tidak perlu. Sebaliknya mereka sangat memperhatikan ayat tentang pernikahan, mereka memilih untuk memberikan uang kepada kedua mempelai untuk memulai sebuah keluarga. Mereka menganggap ini lebih penting daripada mengadakan upacara pernikahan yang mewah.

By nzzl.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *